Ilham, sebagaimana Ilham Dwi Hatmawan dipanggil selama program the 46th Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) merupakan mahasiswa sarjana tahun ketiga di Departemen Kriminologi FISIP Universitas Indonesia dengan fokus studi forensik. Ilham secara resmi mewakili Jawa Tengah setelah melalui rangkai seleksi di tingkat provinsi yang dilaksanakan oleh Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.
Sebelum program dimulai, Ilham telah mengikuti rangkaian Pre-Departure Training (PDT) yang dibagi menjadi dua tahap oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan SSEAYP International Indonesia, Inc. Tahap PDT I dilaksanakan secara daring, sejak bulan Agustus hingga September 2019. Proses PDT kemudian dilanjutkan dengan PDT Nasional yang dilaksanakan selama 18 hari di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut Republik Indonesia (SESKOAL) di Cipulir, Jakarta Selatan. PDT Nasional diselenggarakan untuk memberikan pelatihan kepada Ilham dan 27 delegasi dari 27 provinsi lainnya untuk menyelaraskan kualitas dan kemampuan kontingen untuk menghadapi program SSEAYP 2019.
Discussion Enrichment in the Pre-Departure Training
Pelatihan dilakukan meliputi keterampilan diskusi dan komunikasi dalam Bahasa Inggris (sebagai bahasa pengantar dalam SSEAYP), pendalaman materi diskusi yang mana Ilham belajar lebih banyak tentang Disaster Risk Reduction and Recovery yang menjadi topik bahasan yang akan Ilham bawa dalam Discussion Program[1] selama program. Materi yang tidak kalah penting adalah kepemimpinan, kedisiplinan, kesenian, tata krama, table manner, tata cara berpakaian, media dan publikasi, manajemen logistik, hingga project management. Project management menjadi penting, sebab pascaprogram, seluruh peserta yang nantinya akan menjadi alumni SSEAYP wajib untuk melakukan Post Program Activity/PPA (Go and Grow) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Kegiatan PDT Nasional diakhiri dengan pengukuhan peserta sebagai Indonesia Participating Youth (IPY) oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan Kapasitas Pemuda, Prof. Dr. Faisal Abdullah, S.H., M.Si., DFM.
Program dimulai dengan Country Program di Jepang sejak tanggal 24 November 2019 di Hotel Nikko Narita, Jepang. Selama country program Jepang, Ilham dan seluruh perwakilan negara peserta, baik dari Jepang maupun negara-negara ASEAN diberikan kesempatan untuk melakukan field trip untuk memperdalam pengetahuan berdasarkan topik yang telah dipilih sebelum program dimulai. Selain Disaster Risk Reduction and Recovery, terdapat delapan topik diskusi lain, di antaranya adalah Diversity and Social Inclusion, Education, Employment and Decent Work, Environment and Sustainability, Good Health and Wellbeing, Information and Media, Soft Power and Youth Diplomacy, dan Youth Entrepreneurship. Pada kesempatan tersebut, Ilham berkunjung ke Mitsui Fudosan untuk belajar terkait penanganan pascaperistiwa gempa bumi-tsunami dan bagaimana Pemerintah Jepang melakukan kerjasama bersama masyarakat dan dunia bisnis untuk membangun kembali masyarakat sekitar. Hingga kini, proses build back better the community terus berlangsung dengan sistem kerjasama lintas sektoral.
Program di Jepang tidak hanya berlangsung di Tokyo. Seluruh peserta SSEAYP 2019 dibagi ke 11 prefektur yang berbeda untuk mengikuti homestay program bersama teman negara lain berdasarkan Solidarity Group(SG) [2] masing-masing. Ilham dan 27 teman SG K mendapat kesempatan untuk terbang ke Prefektur Kumamoto dengan ikon daerah yang terkenal ke seluruh dunia, yaitu Kumamon. Selama 5 hari, tidak hanya belajar mengenai bagaimana suatu daerah memulai proses branding, sehingga menarik wisatawan, Ilham bersama keluarga homestay-nya belajar mengenai sistem adat masyarakat, mulai dari kepercayaan yang berkembang di masyarakat hingga bagaimana masyarakat melakukan pengolahan hasil alam agar dapat dimanfaatkan secara optimal dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Setelah program di Prefektur Kumamoto berakhir, Ilham dan seluruh teman SG K kembali ke Tokyo, tepatnya ke National Youth Centre (NYC) untuk melanjutkan country program Jepang. Selama di NYC, seluruh peserta mendapatkan kesempatan untuk melakukan pameran kebudayaan secara bersamaan. Sebagai wakil Jawa Tengah, Ilham mengusung Wayang Kulit sebagai benda bernilai tinggi dari Indonesia sekaligus mengedukasi bahwa Wayang Kulit dan permainannya telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Selain itu, peserta juga memperoleh pengarahan lebih lanjut mengenai persiapan yang harus dilakukan sebelum program di kapal dan negara-negara Port of Call (POC) berlangsung, yang mana tahun ini mengunjungi Vietnam, Singapura, Myanmar, dan Malaysia.
Pengarahan oleh Administrative Staff dilakukan untuk memberikan penegasan terhadap tujuan SSEAYP, antara lain untuk mewujudkan hubungan persahabatan yang baik antarnegara peserta, memberikan wadah bagi pemimpin-pemimpin masa depan untuk berkembang, memperluas wawasan dan relasi internasional, dan mewujudkan stabilitas kawasan. Kegiatan di NYC juga meliputi pemilihan perwakilan Discussion Group (DG) untuk Discussion Program, Solidarity Group (SG), dan Participating Youth Seminar (PY Seminar). Ilham mendapat kesempatan untuk menjadi perwakilan DG 1 – Disaster Risk Reduction and Recovery, yang mana memberikan kesempatan bagi Ilham untuk membantu Facilitator (Faci) untuk mencapai tujuan diskusi dan bekerjasama dengan Faci, Admin Staff dari Cabinet Office of Japan, dan perwakilan DG lainnya mengonsep dan melaksanakan forum untuk mempresentasikan hasil diskusi di akhir program.
Sesi penting lainnya yang dilaksanakan di NYC adalah diskusi bersama On Board Ship Conference(OBSC/perwakilan alumni program dari setiap negara) untuk perencanaan “Go and Grow”. Tahun ini, Indonesia diwakili oleh Novita Sari yang juga alumni SSEAYP dari Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011. Secara garis besar, IPY SSEAYP 2019 sepakat untuk mengusung nilai-nilai dalam Sustainable Development Goals (SDGs) untuk Go and Grow IPY 2019. Namun, penyusunan rincian kegiatan akan dilaksanakan selama program di bawah bimbingan National Leader (NL) dan para Facilitators. Country Program Jepang diakhiri dengan Send-Off Ceremony dari Yokohama Port. Upacara pelepasan tersebut juga menandai dimulainya pelayaran the 46th Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program.
Selama di kapal, Ilham tinggal di kabin 322 bersama Fuji (Jepang/Japanese Participating Youth) dan Chuan (Singapura/Singapore Participating Youth). Bagi Ilham, tinggal selama hampir dua bulan bersama teman dari negara lain diakui telah memberikan perspektif baru terhadap makna persahabatan. Ilham yakin bahwa seluruh manusia di dunia terlahir berbeda-beda, yang membuat kita dapat bersatu adalah adanya rasa saling menghormati dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan yang kita miliki satu sama lain. Teman kabin menurut Ilham telah menjadi tempat bercerita, teman bertukar pikiran, dan keluarga baru yang sangat berharga.
Terdapat setidaknya lima kegiatan utama selama di kapal, yaitu Discussion Program, Participating Youth Seminar, National Presentation, Solidarity Group Activity, dan Voluntary Activity. Menjalankan peran sebagai DG Representative (DG Reps) dan Discussion Program Steering Committee (DPSC) memberikan pengalaman baru yang jarang diperoleh peserta lain, yaitu mengenai bagaimana mengimplementasikan pengetahuan mengenai project management, berkolaborasi dengan teman-teman 11 negara, mengomunikasikan informasi dengan tepat dan efektif, dan bagaimana saling menghargai pendapat antarindividu.
Kegiatan diskusi DG 1 yang difasilitasi oleh Dino dari Malaysia berlangsung secara dinamis. Peserta diajak untuk belajar secara teoritis mengenai manajemen kebencanaan, strategi pengurangan risiko bencana, hingga bagaimana strategi pemulihan yang tepat ketika terjadi bencana. Ilham juga mendapat kesempatan untuk belajar merancang maket zona pengungsian yang pada akhir sesi Discussion Program (akhir program), maket tersebut dipamerkan dan mendapat apresiasi dari para peserta. Ilham juga belajar untuk merancang presentasi kreatif bersama DG 1. Topik yang cukup jarang didiskusikan dibuat menarik dengan presentasi menarik dan membuat lagu tentang tanggap bencana dengan menggunakan aransemen lagu Havana – Camila Cabello. Khusus DG 1, setelah menyelesaikan kurikulum diskusi, Ilham dan teman-teman DG 1 memperoleh sertifikat dari MyFAST (lembaga pelatihan kebencanaan dari Malaysia) yang membuktikan kemahiran dalam melakukan manajemen kebencanaan dan pemulihan pascabencana.
Ilham yang meminati keahlian seni mendalang menggunakan SSEAYP sebagai wadah untuk membagikan ilmu pedalangan yang dia miliki melalui PY Seminar di kapal. PY Seminar yang dilaksanakan bersama perwakilan Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Kepulauan Riau ini mengajarkan sejarah wayang kulit dan pedalangan di Indonesia, teknik dasar memainkan wayang, dan menyandingkan wayang kulit bersama khasanah budaya negara lain yang sejenis dengan wayang kulit. Pada sesi national presentation, di mana setiap negara berkesempatan untuk menampilkan kebudayaan dan situasi kepemudaan terkini di negara masing-masing, Indonesia mengangkat tema “Ring of Fire”. Ilham membawakan seni pedalangan yang dikuasai untuk menceritakan Ring of Fire secara optimistik kepada seluruh peserta. Nilai yang ingin diangkat adalah bencana alam, terutama gunung meletus bukan hanya merupakan sebuah bencana semata, namun juga merupakan anugerah dari Tuhan Yang Mahaesa agar kita semakin mencintai alam dan menjadi cikal bakal tanah yang subur tanah di sekitarnya.
Kegiatan lainnya adalah SG Activity dan Voluntary Activity (VA) yang memberikan kesempatan kepada Ilham dan seluruh peserta untuk memperkuat persahabatan satu sama lain dan menjadi wadah untuk membagikan nilai-nilai persaudaraan dari negara asal peserta. Terdapat berbagai macam kegiatan SG dan VA di atas kapal, seperti SSEAYP Got Talent, di mana Ilham bersama SG K mendapat Juara 1 penampilan terbaik hingga kegiatan menonton film bersama-sama dengan peserta negara lain, baik film Indonesia maupun karya-karya sinematografi dari negara lainnya.
Sesi lain di atas kapal yaitu pembahasan Post Program Activity (Go and Grow). PPA Session dilaksanakan sebanyak tiga kali untuk mendiskusikan rancangan program secara rinci, mulai dari sumber daya, hal-hal teknis, dan kemungkinan-kemungkinan untuk melakukan kolaborasi dengan negara lain. Ilham bersama perwakilan dari Kalimantan Tengah berkesempatan untuk mempresentasikan hasil dari diskusi PPA di hadapan seluruh peserta kegiatan, fasilitator, dan Admin Staff dari Jepang. Rancangan program ini juga kemudian dipresentasikan secara langsung di hadapan perwakilan Cabinet Office of Japan pada sesi Debriefing Session dua hari kemudian.
Selain kegiatan di atas kapal tersebut, Ilham dan seluruh peserta mendapat kesempatan untuk mengunjungi negara-negara ASEAN; seperti Vietnam, Singapura, Myanmar, dan Malaysia untuk belajar budaya dan kebiasaan masyarakat sekitar yang sejalan dengan tujuan program ini diadakan, yaitu untuk meningkatkan mutual understanding peserta selama dan pascaprogram. Ilham bersyukur bahwa pada setiap negara Port of Call, Ilham mendapat pengalaman baru untuk belajar pentingnya toleransi dan sikap saling menghormati. Ilham semakin menyadari bahwa setiap negara memiliki kekhasannya masing-masing. Setiap negara juga memiliki masalahnya masing-masing, yang mana sesungguhnya dapat diatasi apabila seluruh negara dapat saling bekerja sama dan saling membantu. Setelah program ini berakhir, Ilham sadar bahwa dunia akan lebih baik apabila semangat yang kita pegang adalah semangat berkolaborasi, bukan berkompetisi apalagi saling mengalahkan.
Sekembalinya ke Indonesia pada 13 Desember 2019, Ilham bersama IPY 2019 melakukan Go and Grow bertajuk “All of Us Matter” yang bertujuan untuk memberikan dukungan psikologis kepada teman-teman dan komunitas yang kurang beruntung di seluruh seluruh Indonesia. IPY 2019 telah melaksanakan pilot project-nya di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas II A Jakarta (dulu: Lapas Anak) dan akan terus berlanjut setidaknya setahun ke depan. Seluruh IPY 2019 juga akan segera melakukan kegiatan serupa di daerahnya masing-masing dengan tujuan dapat menyebarkan nilai-nilai kebaikan kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali. (END)
[1] Discussion Program merupakan sesi diskusi yang merupakan core program dari SSEAYP 2019.
[2] Solidarity Group merupakan kelompok kecil yang terdiri dari 27-28 peserta dari 11 negara untuk meningkatkan rasa kekerabatan dan persahabatan antarpeserta. Biasanya kekgiatan di dalam SG merupakan kegiatan rekreasi yang dinamis dan kesempatan untuk membagikan nilai-nilai unik pertemanan dari setiap negara.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar